Select Menu
Select Menu

Favorit

Buku Referensi

Buku

Pergerakan Islam

Tokoh

Rumah Adat

Syamina

Pantai

Seni Budaya

Kuliner

...Hukum-hukum had itu tidak mungkin bisa ditegakkan jika tidak melalui jama`ah. Bahkan sebagian besar beban atau tugas Islam dalam tatanan kemasyarakatan seperti ekonomi, politik dll, hanya bisa ditegakkan melalui jama`ah. Politik luar negeri, hubungan internasional, pendirian lembaga-lembaga ekonomi Islam, pelarangan atas bank yang mempraktekkan sistim riba: maka semuanya itu membutuhkan kekuatan jama`ah Islam untuk menerapkannya.
Orang-orang Barat (non muslim) menyelidiki dengan penuh seksama tentang apa yang menjadi rahasia kejayaan Islam dan eksistensinya di permukaan bumi. Sampai mereka berkesimpulan bahwa ada beberapa perkara yang dapat menyatukan kaum muslimin di seluruh dunia, yaitu : Khilafah, Ka`bah, masjid Nabawi dan jihad fi sabilillah. Dan diantara perkara-perkara itu jihad merupakan kehidupan Islam, rahasia kekuatannya, penopang izzah (kemuliaan)nya dan sumber bagi keluhurannya. Selanjutnya mereka mengatakan: “Jika demikian halnya, maka kita perlu memfokuskan perhatian kita pada persoalan-persoalan di atas. Fokus kita yang pertama adalah “meruntuhkan khilafah”, oleh karena keberadaan khilafah bagi kaum muslimin adalah ibarat menara api yang memberikan penerang di malam gelap gulita. Semua orang datang dan berkumpul di sekelilingnya. Jika menara api dapat kita hancurkan, maka manusia akan hidup dalam kegelapan jahiliyah. Kita bisa melihat benda-benda yang ada di sekitar kita, karena ada cahaya, tapi seandainya listrik mati maka kegelapan akan menyelimuti kita dan kita tak dapat melihat apapun, jadi jika cahaya khilafah ini dapat kita padamkan, maka kaum muslimin akan kehilangan panduan yang akan mengarahkan jalan mereka.
Di Eropa, bangsa Yahudi mengalami pengusiran, terutama di Spanyol. Petrus The Great, Kaisar Rusia, pada tahun 1882 M membantai jutaan orang Yahudi. Memang asal mula bangsa Yahudi, sebagian besarnya, dari Rusia; dari kawasan yang bernama Khazar. Akan tetapi orang Yahudi sekarang mengatakan, “Kami berasal dari tanah yang dijanjikan, yaitu Palestina. Palestinalah negeri nenek moyang kami”. Tapi pengakuan mereka tidak benar. Untuk menutupi kepalsuan dan kebohongan mereka, maka orang-orang Yahudi menghapus kata “Khazar” dari peta geografi dunia. Mereka menamakan laut Khazar dengan nama baru, yakni: Laut Caspi (CASPIEN SEA), sehingga kata Khazar tidak terdapat lagi dalam kamus. Dengan cara begitu, mereka dapat menyembunyikan asal-usul mereka yang sebenarnya sehingga orang-orang mempercayai propaganda mereka bahwa mereka dari Palestina.
Kita kembali kepada konferensi Bazel yang diadakan oleh gerakan Masonisme di seluruh dunia. Dalam konferensi tersebut Hertzl, selaku pendiri gerakan Masonisme Internasional, melemparkan suatu gagasan besar. Katanya, “Saya ingin membangun sebuah negara di atas tanah leluhur kita. Pendirian negara ini saya batasi waktunya, sepuluh sampai dua puluh tahun. Namun jangan sampai lebih dari lima puluh tahun”. Maka mereka yang hadir dalam konferensi tersebut berfikir dan melihat, rintangan besar apa yang akan mereka hadapi untuk merealisir gagasan tersebut. Akhirnya mereka menemukan bahwa perintangnya adalah Daulah`Utsmaniyah . 

Pada permulaan abad ke-19, musuh-musuh Islam membawa seorang mujrim yang bernama Muhammad Ali Basya. Orang ini tidak diketahui dari mana berasal, dari mana silsilah keturunannya. Mereka menyerahkan pemerintahan negeri Mesir kepadanya. Kemudian Muhammad Ali Basya mengirim anaknya, Ibrahim Basya ke Syiria dan menyerahkan pemerintahan negeri tersebut kepadanya. 

Turki adalah “The Sick Man” (Lelaki yang sakit), demikianlah gambaran yang kami pelajari di sekolah dahulu. Dan Eropa hendak membagi-bagi warisan The Sick Man dengan maksud menampakkan kelemahan Islam. Turki yang mewakili kebesaran Islam digambarkan oleh mereka sebagai lelaki yang sakit.
Khilafah `Utsmaniyah jatuh pada tahun 1924 M. Upaya pertama kali yang dilakukan untuk mengembalikan kekhilafahan Islam dimulai tahun 1928 M, oleh gerakan Ikhwanul Muslimin yang dipimpin oleh Hasan Al Banna –mudah-mudahan Allah merahmatinya-.