Select Menu
Select Menu

Favorit

Buku Referensi

Buku

Pergerakan Islam

Tokoh

Rumah Adat

Syamina

Pantai

Seni Budaya

Kuliner

Sesungguhnya segala puji itu milik Allah. Kami memuji-Nya dan minta pertolongan hanya kepada-Nya, dan kami minta perlindungan Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal-amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan Allah, maka tidak ada yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah, dan sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya.

Mudah-mudahan shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Muhammad SAW dan kepada keluarga beliau serta siapa saja yang berjalan mengikuti jejaknya sampai hari kiamat.

Sesungguhnya kaum kolonialis barat bermaksud menghapuskan gambaran jihad yang suci dari benak kaum muslimin. Untuk itu mereka mengadakan serangan jahat terhadap jihad Islam, setelah menara terakhir yang menjadi pusat berkumpul kaum muslimin di muka bumi dilenyapkan.


Propaganda-propaganda kaum orientalis telah termakan oleh sebagian kaum muslimin yang berjiwa polos. Untuk itu mereka menyudutkan kaum muslimin dengan kata-kata berbisa bahwa Agama Islam ditegakkan dengan pedang. Lantas kaum muslimin cepat-cepat membela diri mereka dengan perasaan malu-malu dan minder. Di waktu yang sama, kaum kolonialis mengumpulkan segala macam kekuatan yang mereka miliki untuk memerangi agama (dien) ini dan menghapuskan ajaran-ajarannya. Mereka membikin gerakan-gerakan seperti Qadiani dan Bahai dengan tujuan menghapuskan Al Jihad dan Dienul Islam.

Segala puji bagi Allah, dan semoga kesejahteraan dan kesentausaan senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Muhammad SAW, dan kepada seluruh keluarganya, para sahabatnya serta siapa saja yang mengikutinya.

“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerti batas/ketentuan Allah serta berhenti pada batas-batas tersebut”. (Al Hadits)


“Cukuplah seseorang telah berbuat kejahatan, kalau ia menghina saudaranya sesama muslim”. (Al Hadits)

“Wailun (kecelakaan ) bagi setiap pengumpat lagi pencela”. (QS. Al Humazah : 1).

“Wailun” adalah kata yang berisikan ancaman dan siksa.

Sebagian mufassirin mengartikannya sebagai : “lembah di neraka jahanam”

“Ash Shidqu yang dibicarakan ini ialah persesuaian perkara antara kenyataan dan hakekatnya, atau persamaan antara hal yang tersembunyi dengan dengan segi lahirnya, atau persamaan antara perkara batin yang tersembunyi dengan perkara lahir yang nampak nyata. Seandainya dada seorang manusia yang shiddiq itu dibuka, lalu Allah memberikan kepadamu kesempatan untuk melihatnya, niscaya engkau tiada dapati pertentangan antara lahir dan batinnya. Itulah keadaan orang yang benar. Bahkan sebagian mereka batinnya lebih baik daripada lahirnya. Dan adalah orang-orang salaf, semoga Allah meridlai mereka, senantiasa berdoa ; “Ya Allah, jadikanlah batin kami lebih baik dari lahir kami, dan jadikanlah lahir kami lebih baik”.
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Rasulullah Muhammad bin Abdullah, dan atas keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya:


“Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”. (QS. Al Kahfi : 103-104) 
Kita mohon kepada Allah 'Azza wa Jalla supaya kita tidak menjadi sebagaimana mereka yang telah sia-sia perbuatannya namun mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat kebaikan.


Banyak pemuda yang tinggi semangatnya mengobarkan isu perselisihan yang terjadi dalam jihad Afghan dan mereka menuntut adanya persatuan dalam jihad mereka. Dia datang dari negara Arab, dan lupa apa yang tengah berlaku di negerinya, di dunia Islam bahkan di lapangan dakwah Islam, bahkan di lapangan amal Islami. Dia menuntut ratusan kabilah di Afghanistan, dan setengah juta personilnya yang mengangkat senjata, bersatu di bawah satu komandan!!! Padahal seluruh kekuatan di dunia berusaha memecah belahnya, dan berusaha menjatuhkan benderanya serta bekerja keras untuk menghentikan air bah ini, karena jika air bah tersebut sampai kepada mereka, akan menenggelamkan dan mengikis rintangan apapun. Mereka lupa akan kondisi wilayah mereka, tanah-tanah Arab yang Islam. Dalam sebidang tanah di bumi, kadang tidak didapati seratus orang da’i, namun engkau akan dapati lebih dari dua puluh organisasi Islam dan setiap orang mengikuti imam mereka sendiri-sendiri. Setiap lima orang berkumpul mengitari seorang kyai, dan kemudian kyai tersebut menjadi panutan, pemimpin dakwah, dan imam mereka. Mereka dari jama’ah Fulan dan jama’ah Fulan partai Fulan dan partai Fulan. Mereka lupa semua itu dan menuntut kalimat yang satu di sini (Afghanistan). Mereka menghendaki bangsa ini bersatu, dan melupakan tabi’at mereka yang berbeda, adat mereka yang berbeda, kabilah mereka berlainan dan tradisi mereka juga berlainan. Mereka menghendaki orang-orang Afghan berkumpul, dan dimana itu? Di bumi mahjar dimana nasab telah dikoyak-koyak, persatuan telah hilang dan manusia mencari sesuap nasi untuk sekedar menutup tuntutan perut mereka ?!?
Ketika majelis hakim menjatuhkan hukuman kerja berat seumur hidup atas Zainab Al Ghazali, beliau  berkata : Allahu Akbar, demi menegakkan bendera Islam dan masyarakat muslim Saya katakan: “Ash shabru billah (sabar itu dengan pertologan Allah )”

“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah”. (QS. An Nahl : 127)
"Jihad Afghan adalah jihad Islami, hukumnya fardhu ‘ain. Umat Islam seluruh duniawajib mendukung jihad Afghan"